Koisuru Fortune Cookie [cerpen]
hahaha ini cerpen amatiran pemirsa. Jadi butuh kritik dan saran :D Hihihihi , happy reading yayayaya
KOISURU FORTUNE COOKIE
~~~~~~~~~~
~Come
on Come on Baby! Tolong ramalkanlah!~
Adis
& Bima
“Heh,
kalau gue lihat si Fahri sama si Sinka lebay ye pacarannye
?” Ucap Adis dengan
logat betawi yang kental.
“Ya
elah lu! Lu ngomongin orang yg ada didepan lo sendiri. Udah gak waras ?” Tanya
Fahri.
“Justru
itu siasat gue, biar lo sama someone lo itu gak terlalu ‘lebay’” Ucap Adis
ceplas-ceplos.
“Seenak
jidat aja lo ngomong kayak gitu” Fahri berlalu meninggalkan Adis.
“Jiaahh”
Adis hanya memandang Fahri dengan tatapan mata yang sulit diartikan.
Tiba-tiba
dirinya hampir saja terjatuh ketika segerombol kakak kelas berlari dan
menyerempet tubuhnya. Adis memejamkan matanya, seakan siap jika tubuh bahkan
kepalanya menghantam tembok sekolah. Namun.. Aneh. Adis tidak merasakan apapun.
Dia seperti tidak jatuh. Oh apa ini ?
“Woi!
Lo gak papa kan ?” Tanya seseorang.
‘Kayaknya
cowok ?’ batin Adis. Ia lalu membuka matanya dan mendapati Bima menahan
tubuhnya agar tak jatuh.
“Woi!
Bangun gih, pegel nih tangan gue!” Gertak Bima.
“Wah
siapa suruh lo nolongin gue ?” Adis malah nyolot.
“Lo!
Sumpah ya, udah enak gue tolongin palah gak ada kata terima kasih sedikitpun!”
Gerutu Bima.
Adis
mendengus kesal “Makasih” Ucapnya lalu pergi.
“Aishh!
Dasar BOCAH!!!!” Teriak Bima Frustasi.
Adis
berlari menuju ruang berita sekolah. Disana ia tertawa sepuas-puasnya.
“Hahahaha,
bilang gue bocah, tapi diri sendiri bocah!” Gerutu Adis.
“Tapi
lo lebih bocah” Adis kaget mendengar kata-kata tersebut.Bima ? Bagaimana bisa
dia ada disini ?
“Gue
ngikutin lo. Siapa tau aja lo bakal bunuh orang terus nuduh gue kan repot
jadinya” Bima berkata seakan menebak pertanyaan dihati Adis.
“Ngapain
coba ikutin gue ? Fans gue lo ?” Tanya Adis ke-GR-an.
“Lo
suka kan sama Fahri ? Ah bukan. Lo emang suka sama Fahri.” Ucap Bima to the
point.
“Ngehayal
sampai lapisan langit ke berapa lo ?” Tanya Adis dengan nada suara yang agak
bergetar, namun ia sembunyikan.
“Tuh
liat” Bima menunjuk Sinka dan Fahri sedang berjalan bersama dengan memakai
gelang yang sama ada tangan kanan mereka. Adis terdiam melihatnya.
“Sinka.
Dia udah ada dihati Fahri. Harusnya lo tau. Apa lo mau jadi orang ke 3 dalam
sebuah hubungan ? Apa lo mau jadi orang sejahat itu ? Dan harusnya lo lebih
sadar kalau ada orang yang lebih pantas buat lo!” Bima mengatakannya dengan
satu tarikan nafas, kemudian langsung meninggalkan Adis sendirian.
Asdis
terdiam kembali. Ia merenungkan kata-kata Bima barusan.
Sudah hampir 3 minggu ini Adis berubah menjadi aneh. Ia selalu menghindar dari
Bima. Entah mengapa, tapi Adis ingin berbicara sesuatu dengan Bima.
“Ada
angin apa yang bawa lo kesini ?” Tanya Bima yang mengetahui keberadaan Adis di
rotoff sekolah.
“Gue
cuma mau nanya. Apa maksud pernyataan lo tempo hari itu ?” Tanya Adis to the
point.
“Kata
kata gue yang mana ?” Tanya Bima dengan nada santai.
“Dan harusnya lo lebih sadar kalau ada orang
yang lebih pantas buat lo!” ucapnya
“Gue bahkan masih inget” Tambah Adis.
“Oh
yang itu. Kenapa emang ?” Tanya Bima lagi.
“Gue
masih bingung sama perkataan lo barusan” Jelas Adis.
“Ada
cowok yang sayang sama lo” Jawab Bima singkat.
“Siapa
? Lo kenal dia ?” Adis mulai penasaran dan tertarik.
“Cari
tahu sendiri aja lo sono” Jawab Bima seenaknya.
Adis
menendang kakinya kesal. “Lo kalau gak tau apa-apa tuh jangan jadi sok tahu.
Apa lo gak tahu waktu gue kebuang percuma gara-gara mikirin ini!!” Gertak Adis.
“Buat
apa lo buang waktu lo, padahal lo udah tau jawabannya ? Ckckckck” Bima berjalan
dengan santai dan mulai menuruni anak tangga menuju kelasnya.
“Apa
?” Gumam Adis.
-DIKELAS ADIS-
Adis
dari tadi hanya diam dari tempat duduknya. Teman sebangkunya yang bisa dibilang
Gesrek setengah hidup itu pun tidak bisa membuyarkan lamunannya. Namun tidak
dengan ini...
“Weeeeeeeh!!!!
BIMA! Ngapain lo ke sini hah ? Ini bukan kelas lo BIMA!!” Teriak Nova
sekencang-kencangnya.
Adis
tiba-tiba tertegun dan terbebas dari lamunannya. Bukan, bukan karena teriakan
Nova yang mungkin sudah sampai 8 oktav bunyinya, tapi karena nama itu. BIMA.
“Eh
dis ? Udah sadar ? Lo baik-baik aja kan ?” Tanya Nova.
“Em,
ya gue baik.” Jawab Adis dengan memaksakan seutas senyuman.
“Eleh,
kalau di drama Pinocchio gue bakal jamin kalo lo cegukan sekarang. Gue tahu lo
bohong” Ucap Nova.
“Iya
iya. Gue lagi bingung nov” Ucap Adis.
“Bingung
kenapa hah ?” Tanya Nova dengan nada memalak.
“Sama
omongan Bima waktu itu” Jawab Adis lesu.
“Hah?
Oh my good! Jadi Bima beneran nembak elo ?”
“Nembak
gue ? Maksudnya ?”
“Hah?
Jadi lo gak tau ? Bima itu suka sama lo! Udah lama, tapi karena dia liat lo
ngarepin Fahri terus makanya Bima nyembuiin ini sem-.. Woy dis lo mau
kemana?!!!!!!!!!!!!!” Belum selesai Nova berbicara, Adis lalu berlari sekuat
tenaga meninggalkan kelas dan hendak mencari seseorang.
-Rootoff
Sekolah_
Adis
menemukan seseorang itu disana, karena dirinya sudah bisa menebak orang itu
pasti ada disana. Adis mendekatinya dengan hati-hati, dan memberanikan diri
menegurnya.
“Bim..Bima”
Panggil Adis, ya orang itu adalah Bima.
“Adis?
Lo ngapain disini ? Gak ikut pelajaran lo ?” Tanya Bima bertubi-tubi.
“Gu..Guee”
Adis terus menatap mata bulat Bima.
“Ntar
lo dimarahin Nova, mampus lo!” Ucap Bima.
“Gue
mau minta maaf sama lo” Ucap Adis membuat Bima terdiam.
“Gue
yang salah. Maafin gue udah buat hati lo menderita..” Adis melanjutkan
kalimatnya, sedangkan Bima hanya diam dan mendengarkan gadis ini mencurahkan
isi hatinya “Gue emang keterlaluan. Gue bodoh! Kenapa juga gue harus ngrepin
cinta yang gak bisa gue miliki, sedangkan diluar sana ada orang yang
bener-bener sayang sama gue. Hahahaha Lucu kan gue..” Adis mulai terisak.
“Maafin gue bim..”
Bima
menarik Adis dalam pelukannya, membiarkan Adis menangis sejadi-jadinya,
membiarkan seragamnya basah oleh tumpahan air mata seorang gadis yang
dicintainya.
“Hush..
Udah lah, lo jelek banget kalau nangis!” Ucap Bima lalu menghapus air mata Adis dengan jarinya.
“Gue
nyesel bim. Maafin gue” Lanjut Adis.
“Udah
gue maafin kok cantik” Jawab Bima
“Makasih
bim” Adis mulai tersenyum.
“Eiiit,
tapi gak segampang itu” Ucap Bima.
“Maksud
lo ?” Tanya Adis penasaran.
“Lo
kerjain dulu semua PR gue selama seminggu ini” Jawab Bima.
“Apa?
Lo gila gue kan udah-“
Tiba-tiba
Bima memegang tangan Adis dan jongkok dihadapan Adis. Adis hanya melihatnya
dengan kaget.
“Would
you wanna be my gilrfriend, Princess Ardisty ?” Tanya Bima.
“Lo
nembak gue ?” Tanya Adis tak percaya akan secepat ini.
“Yes,
you right. Meskipun gue gak romantis” Jawab Bima.
“Keromantisan
bukan masalah buat gue” Jawab Adis.
“Jadi
apa jawaban lo ?” Tanya Bima ragu.
“Gue
gak mau ngerjain lo jadi gue langsung jawab” Adis menggantungkan kalimatnya
“YES!!!!” Teriak Adis sekencang mungkin.
Bima
tertawa mendengarnya, dirinya lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jas
seragamnya.
“Ini
itu kalung yang awalnya berbentuk bintang, tapi bintang itu mimiliki hati
masing masing” Bima memsangkan kalung itu keleher Adis.
“Dan
kali ini hati itu menyatu” Bima mengeluarkan kalungnya dan menyatukannya dengan
kalung yang baru saja ia berikan pada Adis. Liontin kalung mereka berdua kini
benar-benar menjadi sebuah bentuk bintang yang utuh.
“Gue
pengen lo selalu jadi bintang, seperti apapun bintang itu, gue harap lo selalu
bersinar..”
“Disini” Sambung Adis sambil menyentuh dada Bima, letak HATI tersebut.
~Janganlah
menyerah dalam menjalani hidup. Akan datang keajaiban yang tak terduga. Kupunya
firasat tuk bisa saling mencinta denganmu~
_The End_

Komentar
Posting Komentar